Search Suggest

Analisis Sensitivitas pada Stabilitas Lereng dan Faktor Keamanan Bendungan Urugan di Indonesia

Baca Juga:


Analisis sensitivitas di GeoStudio versi 2025.2.0 (terupdate)

Baik pada kesempatan hari ini kita bahas analisis sensitivitas di GeoStudio dengan gaya teknis tapi tetap praktis—cocok buat desain, evaluasi risiko, atau bahan laporan/tesis.


1️⃣ Apa itu Analisis Sensitivitas di GeoStudio?

Analisis sensitivitas adalah proses untuk melihat seberapa peka hasil analisis geoteknik (misalnya Factor of Safety, tekanan air pori, deformasi, debit rembesan) terhadap perubahan parameter input.

Di GeoStudio, analisis ini sangat penting karena:

  • Parameter tanah tidak pernah pasti (hasil lab & lapangan bervariasi)

  • Kondisi lapangan bisa berubah (hujan, muka air tanah, drainase)

  • Membantu identifikasi parameter paling kritis

👉 Prinsipnya:

Jika sedikit perubahan parameter → perubahan besar pada hasil, maka parameter itu sangat sensitif.


2️⃣ Jenis Analisis GeoStudio yang Bisa Dianalisis Sensitivitasnya

Analisis sensitivitas bisa diterapkan pada hampir semua modul GeoStudio:

  • SLOPE/W → stabilitas lereng

  • SEEP/W → aliran air & tekanan air pori

  • SIGMA/W → tegangan & deformasi

  • QUAKE/W → beban gempa

  • TEMP/W → temperatur (kasus khusus)


3️⃣ Parameter yang Dapat Dimodelkan dalam Analisis Sensitivitas

🔹 A. Parameter Kuat Geser Tanah (Paling Umum)

Digunakan di SLOPE/W

ParameterSimbolDampak Utama
KohesicFS sangat sensitif pada tanah kohesif
Sudut geser dalamφDominan pada tanah granular
Berat isi tanahγMempengaruhi gaya penggerak
Parameter undrainedSuAnalisis jangka pendek (clay)

📌 Catatan penting:
Perubahan kecil φ (±2°) sering lebih berpengaruh dibanding perubahan c besar.


🔹 B. Parameter Tekanan Air Pori & Hidraulik

Digunakan di SEEP/W → SLOPE/W (coupled)

ParameterDampak
Muka air tanah (GWT)Sangat kritis terhadap FS
Koefisien permeabilitas (k)Kontrol kecepatan aliran
Kondisi drainasePengaruh besar saat hujan
Boundary conditionMenentukan distribusi u

📌 Biasanya diuji:

  • GWT naik/turun

  • Kondisi hujan ekstrem

  • Drain aktif vs tidak aktif


🔹 C. Parameter Model Konstitutif (SIGMA/W)

Untuk deformasi & tegangan

ParameterFungsi
Modulus elastisitas (E)Kekakuan tanah
Poisson ratio (ν)Regangan lateral
OCRPerilaku overconsolidated
Parameter Cam-ClayAnalisis lanjutan

🔹 D. Beban & Kondisi Eksternal

ParameterContoh
Beban timbunanTinggi, lebar, berat
Beban lalu lintasSurcharge
Tekanan air eksternalWaduk, sungai
Beban gempa (kh)Pseudo-static

🔹 E. Parameter Geometri

ParameterDampak
Kemiringan lerengSangat sensitif
Tinggi lerengMeningkatkan gaya geser
Panjang lerengPengaruh pada slip surface

4️⃣ Cara Melakukan Analisis Sensitivitas di GeoStudio (Praktis)

Metode Umum:

  1. Buat model dasar (baseline)

  2. Duplikasi analisis

  3. Ubah 1 parameter saja per skenario

  4. Bandingkan hasil:

    • Factor of Safety

    • Lokasi bidang longsor

    • Tekanan air pori

📌 Contoh skenario:

  • φ = 28°, 30°, 32°

  • GWT = −2 m, −1 m, +0.5 m

  • k = 10⁻⁵ vs 10⁻⁶ m/s


5️⃣ Output yang Dianalisis

  • Grafik FS vs parameter

  • Perubahan critical slip surface

  • Kontur tekanan air pori

  • Faktor keamanan minimum


6️⃣ Kesimpulan Teknis

✔ Analisis sensitivitas membantu:

  • Menentukan parameter paling berpengaruh

  • Mengurangi ketidakpastian desain

  • Menyusun desain konservatif tapi efisien

  • Mendukung keputusan mitigasi (drainase, perkuatan)

Dalam banyak kasus stabilitas lereng, Ï†, muka air tanah, dan kondisi drainase adalah parameter paling sensitif.

Penutup

Sekian Penjelasan Singkat Mengenai Analisis Sensitivitas pada Stabilitas Lereng dan Faktor Keamanan Bendungan Urugan di Indonesia. Semoga Bisa Menambah Pengetahuan Kita Semua.

Posting Komentar

pengaturan flash sale

gambar flash sale

gambar flash sale